Jurnal Refleksi Dwi Mingguan

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN
NAMA : MERPATI OEMATAN, S.Pd
ASALA SEKOLAH : SMP NEGERI 4 KUPANG.
Pertama-saya saya manaikan puji syukur kepada Tuhan Yesus yang sudah menuntun, menyertai, melindungi dan memberkati saya sehingga saya bisa mengikuti Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 8 dengan baik. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua Narasumber PGP Angkatan 8,  Fasilitator saya bpk.Wilhelmus Suni,S.Pd, Pengajar Praktik saya Ibu.Hermina Laus, S.Pd,  terima kasih kepada Kepala sekolah saya ibu Susy Aprijanty, S.Pd yang sudah mendukung saya selama mengikuti PPGP Angkatan 8 ini, terima kasih untuk ibu Funan Banunaek, S.Pd serta semua rekan sejawat yang sudah mendukung saya serta turut mengambil bagian dalam setiap program yang saya buat dan juga seluruh peserta didik yang sudah terlibat me gambil bagian dalam setiap penerapan program dan aksi nyata yang saya buat.  Trima kasih saya juga  untuk keluarga saya yang senantiasa mendukung saya selama mengikuti PPGPA 8, terima kasih utk kolaborasi yang sangat baik untuk semua teman CGP Angkatan 8. Akhirnya tulisan refleksi ini adalah refleksi terakhir yang saya tulis di akhir modul ini, saya menuliskan jurnal refleksi ini dengan model 4F (Facts, Feelings, Findings, Future). Model ini dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway. Ada empat bagian yang akan saya tuliskan dalam refleksi ini yaitu :

1. Fact (Peristiwa)

Dalam pembelajaran pada modul 3.3 merupakan modul terakhir dari kegiatan pendidikan dan pelatihan calon guru penggerak Angkatan 7 ini. Sama seperti modul sebelumnya, kegiatan pembelajaran pada materi modul 3.3 ini juga dilakukan dalam waktu dua minggu. Modul ini berisikan materi tentang menyusun sebuah program yang berdampak positif pada murid, cara menumbuhkan student agency (kepemimpinan murid) dengan suara (voice), pilihan (choice), dan kepemilikan (ownership) murid, lingkungan yang mendukung tumbuh kemb yang kepemimpinan murid, serta pentingnya melibatkan komunitas untuk mendukung tumbuhnya kepemimpinan murid. Setelah mempelajari modul ini saya berusaha untuk mempelajari, memahami dan melaksanakan materi modul 3.3 ini dengan maksimal dan berusaha memberikan yang terbaik. Walaupun demikian dalam 3.3 ini masih terdapat beberapa materi masih belum saya mengerti dan pahami, terutama tentang lingkungan yang mendukung tumbuh kembangnya murid di sekolah saya. Pada saat ruang kolaborasi, saya berusaha mendengarkan dengan focus dan berusaha untuk menggali informasi dengan fasilitator yaitu bapak Wilhelmus Suni. serta dengan teman-teman CGP ,  Saat sesi ruang kolaborasi kedua, kami dibagi menjadi tiga kelompok dan diminta untuk membuat sebuah program yang berdampak pada murid. Program yang direncanakan ini juga melihat aset yang dimiliki oleh sekolah serta mampu menumbuhkan kepemimpinan murid dengan melibatkan suara, pilihan, dan kepemilikian.


1. Fact (Peristiwa)

Modul 3.3 merupakan modul terakhir dari kegiatan pendidikan dan pelatihan calon guru penggerak Angkatan 7 ini. Sama seperti modul sebelumnya, kegiatan pembelajaran pada materi modul 3.3 ini juga dilakukan dalam waktu dua minggu. Kegiatan ini dimulai pada tanggal 15 Mei 2023. Modul 3.3 berisikan materi tentang menyusun sebuah program yang berdampak positif pada murid, cara menumbuhkan student agency (kepemimpinan murid) dengan suara (voice), pilihan (choice), dan kepemilikan (ownership) murid, lingkungan yang mendukung tumbuh kembang kepemimpinan murid, serta pentingnya melibatkan komunitas untuk mendukung tumbuhnya kepemimpinan murid. Setelah mempelajari modul ini saya berusaha untuk mempelajari, memahami dan melaksanakan materi modul 3.3 ini dengan maksimal dan berusaha memberikan yang terbaik.. Meskipun demikian dalam 3.3 ini masih terdapat beberapa materi masih belum saya mengerti dan pahami, terutama tentang lingkungan yang mendukung tumbuh kembangnya murid di sekolah saya. 

Pada saat ruang kolaborasi, saya berusaha mendengarkan dengan focus dan berusaha untuk menggali informasi dengan fasilitator yaitu bapak Rahmat Hidaya, S.Pd.,S.T. serta dengan teman-teman CGP lainnya baik dari Kapuas Hulu maupun dari mempawah melalui tanya jawab. Saat sesi ruang kolaborasi kedua, kami dibagi menjadi tiga kelompok dan diminta untuk membuat sebuah program yang berdampak pada murid. Program yang direncanakan ini juga melihat aset yang dimiliki oleh sekolah serta mampu menumbuhkan kepemimpinan murid dengan melibatkan suara, pilihan, dan kepemilikian. Saya satu kelompok dengan CGP dari Mempawah yaitu Ibu Erlina Cahyana, S.Pd dan Bapak Darwin, S.Pd. Saat masuk alur demonstrasi kontekstual tanggal 24-25 Mei 2023, kami diminta untuk membuat sebuah program secara individu. Program ini nantinya yang akan dipraktikkan dalam aksi nyata di akhir modul 3.3.

2. Feelings (Perasaan)

Saya merasa sangat bersyukur, bahagia dan antusias serta bersemangat ketika mengikuti pembelajaran dalam modul ini karena materinya yang sangat menarik dan menantang, modul ini juga merupakan modul terakhir yang harus saya pelajari. Artinya, saya harus bersiap untuk mengimplementasikannya di kelas atau di sekolah saya. Selain itu, saya juga merasa senang karena banyak ilmu-ilmu dan pengetahuan baru yang saya peroleh selama mengikuti kegiatan PGP ini.
Secara pribadi saya merasa sangat senang dan tertarik ketika pertanyaan-pertanyaan yang muncul dibenak saya dan saya merefeksikan pada bagian mulai dari diri dapat terjawab dengan baik dan jelas. Ada hal menarik yang terjadi pada pembelajaran di modul ini, yaitu saat saya harus menyelesaikan tugas demonstrasi kontekstual. Dalam tugas ini, CGP diminta untuk membuat sebuah program secara mandiri. Program yang saya buat yaitu SATARSI ( Sanggar Tari Kreasi ). Perasaan saya senang sekali ketika saya dapat merancang sebuah program dan melibatkan murid didalamnya.

3. Findings (Pembelajaran)

Selama mempelajari modul ini, pembelajaran yang saya dapatkan yaitu pada saat saya menyusun sebuah program sebaiknya kita melihat aset/kekuatan yang dimiliki oleh sekolah. Pentingnya melibatkan murid sebagai mitra dalam penyusunan, baik pada saat murid memberikan suara, pilihan dan kepemilikandalam pelaksanaan, dan evaluasi program, baik dapat dilibatkan dengan memberikan kesempatan mereka untuk berpendapat (suara) adn menentukan pilihannya sehingga mereka akan merasa memiliki dan merasakan manfaat dari program yang akan dikembangkan. Hal yang perlu dikembangkan oleh guru di sekolah adalah pentingnya menciptakan lingkungan yang positif dalam menumbuhkan student agency. Pentingnya dukungan dari semua pihak/komunitas dalam menumbuhkan kepemimpinan murid. Prakarsa perubahan yang akan dilakukan dapat menggunakan Tahapan BAGJA dengan menambahkan unsur suara, pilihan, dan kepemilikan murid.
Pembelajaran modul ini,  saya juga memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru. Pengalaman saya dalam merancang sebuah program yang melibatkan murid dan mengimplementasikannya dengan tahapan BAGJA merupakan hal baru bagi saya. Modul 3.3 ini dalam menjadikan murid sebagai Student Agency.

4. Future (Penerapan)

Setelah saya mempelajari modul ini saya ingin dapat melaksanakan program yang telah saya rancang dengan murid tersebut. Harapan saya program ini dapat menumbuhkan kepemimpinan murid dan mewujudkan karakter profil pelajar pancasila.  Saya juga akan menyebarkan pengetahuan dan pengalaman saya dalam menyusun program yang berdampak positif pada murid ini pada rekan-rekan sejawat.

Salam Guru Penggerak 💪🏻
Kupang, 29 November 2023
                TTD
Merpati Oematan, S.Pd

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MATERI SENI MUSIK KELAS 8

LKPD SENI MUSIK KELAS 8

MATERI SENI RUPA KELAS 9