SENI LUKIS KELAS 9
Seni Lukis




A. Seni Lukis, Gaya atau Aliran.
1. Pengertian Seni Lukis
Jika dihadapkan pada selembar kertas kosong dan dilengkapi dengan alat tulis, pasti ada keinginan kita untuk mencoret-coret kertas
itu, mungkin hanya berupa garis-garis saja, tapi dari coretan garis tadi akan menjadi sebuah bidang-bidang yang bersinggungan. Sehingga
dihasilkan sebuah bentuk. Sewaktu mencoret kertas tadi dengan garis-garis, eskpresi jiwa kita ikut larut di dalamnya, sehingga apa yang kita gambarkan di kertas tadi, mewakili gejolak jiwa yang kita rasakan. Ekspresi atau coretan-coretan itu bisa dikembangkan menjadi sebuah
lukisan, agar lebih bermakna coretan itu perlu disempurnakan misalnya imajinasi, emosi, kelenturan, intensitas tebal-tipisnya termasuk dalam hal ini goresan warna-warnanya.
Tetapi, apakah sesederhana itu melukis? Untuk itu, kita perlu mengenal apakah pengertian seni lukis.
Ada berbagai pengertian seni lukis menurut beberapa ahli, sebagai
berikut.
a) Seni lukis adalah sebuah pengembangan dari menggambar, biasanya
memiliki keunikan atau ciri khas tersendiri. Ciri khas ini didasarkan
pada tema, corak atau gaya, teknik, bahan, serta bentuk karya seni
tersebut.
b) Melukis adalah kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan datar dari objek tiga dimensi untuk mendapat kesan tertentu, dengan melibatkan ekspresi, emosi, dan gagasan pencipta secara penuh. Sehingga sebuah lukisan harus dapat menerjemahkan
apa yang ada dalam objek, tema, atau gagasan secara representatif.
Tujuan Berkarya Seni Lukis
Seiring dengan perkembangan zaman serta kemajuan teknologi, seniman semakin bebas dalam mengungkapkan ekspresinya. Namun,
kegiatan yang melibatkan ekspresi, emosi, serta konsep bisa dikelompokkan dalam
tujuan berkarya seni lukis tersebut, antara lain:
a) Tujuan religius
Tujuan berkarya seni untuk tujuan religius sudah berlangsung sejak zaman nenek moyang. Lukisan bisa mendekatkan diri dengan Sang Pencipta sebagai pelindung, dan penjaga pengampun dosa.
b) Kritik sosial
Kesenjangan sosial, peristiwa politik, ketidakberdayaan, serta perilaku kehidupan lain yang terjadi dalam masyarakat bisa menjadi ide dalam berkarya seni lukis. Objek
lukisannya bisa dengan simbol-simbol atau perumpamaan yang bisa dikaitkan dengan peristiwa. Kritik yang disampaikan berupa bentuk-bentuk kritik yang bersinggungan
dengan pemerintah, lembaga sosial,
ataupun kepada pemegang kekuasaan
setempat.
c) Tujuan ekspresi
Lukisan menjadi media ekspresi dan juga media mencurahkan emosi/perasaan. Coretan garis dan warna merupakan perwujudan dari dorongan emosi dan gejolak jiwa pelukisnya,
sehingga penikmat karya seni tidak hanya mengutamakan keindahan semata. Lukisan ini menampilkan ekspresi yang sempurna, penggambaran tentang emosi, gejolak hawa nafsu, serta bisikan seperti topeng-topeng yang mengelilingi kehidupan manusia.
d) Tujuan komersil
Seringkali, kita lihat lukisan yang dijual di pinggir jalan dengan warna mencolok dan kebanyakan didominasi oleh lukisan pemandangan, tujuan penciptaan lebih mengutamakan aspek komersil sehingga bentuk dan gaya lukisannya cenderung mengikuti selera pasar.
3. Aliran seni lukis
Seperti kita bicarakan di atas tentang lukisan, sebuah lukisan memiliki ciri khas, tema, dan teknik, yang disebut gaya atau aliran.
Berdasarkan cara pengungkapannya aliran dan gaya lukisan dapat digolongkan menjadi dua, yaitu representatif dan nonrepresentatif.
Berikut penjabaran aliran dan gaya lukisan serta tokoh-tokohnya.
a) Representatif
Pengertian representatif di sini adalah perwujudan gaya seni rupa menggunakan keadaan nyata pada kehidupan masyarakat dan gaya alam.Gaya seni rupa yang termasuk dalam representatif adalah sebagai berikut :
- Naturalisme, yaitu aliran seni rupa yang penggambarannya alami atau sesuai dengan keadaan alam, melukiskan segala sesuatu dengan alam nyata, sehingga perbandingan perspektif,tekstur, atau warna serta gelap terang dibuat dengan seteliti mungkin, lebih indah dari kenyataannya. Pelukis yang beraliran naturalisme antara lain Basuki Abdullah, Abdullah Suryobroto, MasPringadi, Wakidi, Claude, Rubens, Constabel, dan lain-
lain. Judul lukisan di atas “Ngarai Sianok”, Piawainya sang pelukis memainkan kuas dan warna sehingga menghasilkankarya seni yang mencapai kesempurnaan dari tekstur, perspektif, berkesan apa adanya tidak dibuat-buat, dan sangat naturalis.
- Realisme, yaitu aliran yang memandang dunia ini apa adanyatanpa menambah atau mengurangi objek, penggambarannya sesuai dengan kenyataan hidup. Perupa yang beraliran realisme
antara lain Trubus, Wardoyo, Tarmizi, S. Sudjojono dan Dullah. Lukisan ini diberi
judul pelabuhan “Tanjung Priok“, pada lukisan ini digambarkan suasana pelabuhan, aktivitas bongkar muat di kapal, dan kesibukan orang yang lalu lalang, menggambarkan realita yang
ada.
- Romantik, yaitu aliran seni rupa yang lebih bersifat imajiner, aliran ini melukiskan cerita-
cerita yang romantis, peristiwa yang dahsyat atau kejadian yang dramatis. Pelukis yang bergaya romantisme tersebut antara lain
Raden Saleh, Fransisco Goya, dan Turner. Lukisan historis yang melegenda “Penangkapan Pangeran Diponegoro” karya sang pelukis maestro kebanggaan
Indonesia Raden Saleh, karya seni yang dilukis pada tahun 1857, menggambarkan ditangkapnya Pangeran Diponegoro oleh
Letnan Jenderal Hendrik Merkus de Kock pada 28 Maret 1830, lukisan ini berukuran 112cm x 17.
- Ekspresionisme, yaitu aliran seni rupa yang penggambarannyasesuai dengan keadaan jiwa sang perupa yang spontan pada saatmelihat objek karyanya. Perupayang menggunakan aliran ini antara lain Vincent Van Gogh
dan Affandi. Judul “Barong dan Leak”, ada beberapa versi karya lukisannya dengan tema Barong. Barong dan Leak merupakan bagian seni kebudayaan dari Masyarakat
Bali, “Barong” dalam fi losofi kehidupan sosial masyarakat Bali merupakan simbol ke-
baikan, dan “Leak” merupakan simbol kejahatan, sehingga antara Barong dan Leak adalah musuh sebagaimana bertolak
belakangnya antara kebaikan dan kejahatan.
- Impressionisme, yaitu aliran seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan kesan saat obyek tersebut dilukis. Perupa yang termasuk dalam aliran ini antara lain Claude Monet, Georges Seurat, Paul Cezanne, Paul Gauguin, dan S. Sudjojono.
- Surealisme, yaitu aliran seni lukis yang menggunakan bentuk dan warna seperti di dalam mimpi, pelukis mengembangkan daya
khayalnya untuk menyampaikan pikiran dan perasaan melalui bentuk-bentuk dalam karyanya. Perupa yang beraliran ini antara lain Salvador Dali, Ivan Sagita, Agus Kamal, dan Boyke Aditya. Lukisan ini mengakses
pikiran bawah sadar untuk meningkatkan kreativitas seni. Dalí akan menggunakan metode untuk menciptakan realitas dari mimpi dan pikiran bawah sadar, sehingga secara mental mengubah realitas apa yang ia ingin hal
itu terjadi.
b) Nonrepresentatif
Pengertian nonrepresentatif adalah perwujudan aliran seni lukis yang menekankan pada unsur-unsur formal; struktur, unsur rupa, dan prinsip estetik. Gaya seni lukis nonrepresentatif berupa susunan garis, bentuk, bidang, dan warna yang terbebas dari bentuk alam. Gaya inimemandang bahwa ekspresi jiwa tidak dapat dihubungkan dengan objek apa pun, gaya ini menonjolkan bidang yang diisi oleh warna dan dipilah dengan garis-garis tegas. Seniman yang berkarya nonrepresentatif antara lain: Wassily Kandinsky, Yuan Mirro,
W. De Kooning, Amry Yahya, Fajar Sidik, But Mochtar, dan Sadal.
B. Tema Seni Lukis
Setiap manusia memiliki sudut pandang yang berbeda di dalam menjalani hidup ini. Begitu pula saat kita membuat suatu lukisan, masing-masing memiliki sudut pandang yang berbeda-beda. Perbedaansudut pandang dapat dipengaruhi oleh suasana, waktu, dan kondisi
geografis. Tema adalah gagasan, ide, atau pokok pikiran yang ada di dalam sebuah karya seni baik dalam bentuk karya seni rupa dua dimensi maupun seni rupa tiga dimensi. Memahami tema yang ada pada sebuah
karya seni rupa murni berarti kita dapat memahami tujuan penciptaan karya seni tersebut. Tema-tema di dalam pembuatan karya seni rupa murni antara lain sebagai berikut.
1. Manusia Dengan Dirinya Sendiri
Seni rupa merupakan salah satu media yang dapat digunakan untuk menuangkan gagasan atau ide dari seseorang. Untuk mengungkapkancita rasa keindahan, manusia mewujudkannya lewat media ekspresi. Di
dalam pengungkapannya tersebut, kadang seseorang menggunakanpotret dirinya sendiri sebagai objek lukisannya.
2. Manusia dengan Manusia Lain
Seorang perupa kadangkala dalam mengekspresikan cita rasa keindahan menggunakan objek orang- orang yang ada di sekitarnya. Seperti istrinya, anak-anaknya, orang tua, saudaranya, temannya, tetangganya,
kekasihnya, sahabatnya, atau orang-orang yang ada dalam pikirannya.
3. Manusia dengan Alam Sekitarnya
Alam sekitar yang sangat menarik bagi para pelukis untuk mengungkapkan cita rasanya,
sering dijadikan objek un tuk lukisannya. Seperti pemandangan gunung, laut, sungai,
sawah, hutan, perkampungan, perkotaan, binatang, dan masih banyak lagi alam yang dijadikan objek lukisan.
4. Manusia dengan Alam Benda
Benda-benda di sekitar kita memiliki keunikan tersendiri bagi para pelukis, sehingga menjadikan benda-benda tersebut menjadi objek lukisannya. Keunikan benda-benda tersebut ada yang berbentuk silindris, kubistis,
organis, atau berbentuk bebas. Bentuk benda tersebut seperti gelas, cangkir, kendi, teko, vas
bunga, guci, botol, sepatu, lemari, meja kursi, buah-buahan, bunga,dan lainnya.
5. Manusia dengan Aktivitasnya
Aktivitas manusia dalam kehidupan sehari-hari yang beragam membuat perupa ingin mengabadikan kegiatan tersebut dalam media
lukisnya. Lukisan menjadi sesuatu yang menarik apabila dalam mengambil sudut pan dang aktivitas dapat disusun sesuai
dengan komposisi dan proporsi yang baik disertai dengan gelap terang yang tepat. Aktivitas manusia seperti kegiatan menari,
membajak sawah, berburu, jual beli di pasar,
menggembala ternak, dan aktivitas lainnya.
6. Manusia dengan Alam Khayal
Ide yaitu imajinasi atau khayalan sering melintas dalam pikiran kita baik secara sadar ataupun saat tidak sadar (saat tidur). Khayalan yang muncul di benak perupa kadang diwujudkan dalam suatu karya seni. Hasil karya seni rupa seperti ini sering disebut dengan karya seni surealisme.
C. Alat dan Bahan Berkarya Seni Lukis
Media berkarya seni rupa dua dimensi (seni lukis) meliputi bahan dan alat untuk melukis. Beragam pilihan alat, bahan, dan media yang
digunakan sesuai jenis dan gaya karya yang diinginkan. Media berkaryaseni lukis sangat beragam tergantung dari teknik yang digunakan.
1. Pastel dan Krayon
Dua jenis media ini secara fi sik bentuknya hampir sama, sehingga kalian sering kali keliru ketika membelinya tetapi sifat dan bahannya
tidak sama. Crayon Oil Pastel terbuat dari pasta minyak yang dicampur dengan pewarna. Crayon jenis ini memiliki sifat lembut, mudah
bercampur (sangat baik pada proses mixing), akan tetapi sangat mudah habis dan meninggalkan remahan (kotoran). Crayon jenis Wax terbuat dari lilin yang dicampur dengan serbuk warna.Crayon jenis ini memiliki sifat keras, tidak mudah habis, tidak banyak meninggalkan kotoran, akan tetapi kurang baik untuk proses mixing dan gradasi. Pastel (Oil Pastel) biasanya terbuat dari lilin (wax) dan minyak (oil). Pastel sering dihubungkan
dengan warna-warna yang lembut. Sedangkan Crayon terbuat dari bahan kaolin dengan tepung warna sehingga terlihat lebih mengilap dan keras. Sehingga krayon lebih banyak
mengandung lilin, sehingga warna yang dihasilkan krayon cenderung mengilap dan sedikit berminyak. Krayon menjadi salah satu pilihan kita untuk menggambar karena sifatnya yang padat dan tidak mudah menyerpih, sehingga tidak mengotori tangan dan baju ketika kita menggambar.
2. Cat (pewarna)
Bahan pewarna ini dibedakan berdasarkan basis pengencernya,
yaitu:
a) Cat air (barbasis air)
Cat air (barbasis air), jenisnya ada 2 yaitu water colour yang bersifat transparan dan poster colour yang bersifat plakat. Bahan utama cat air berupa pigmen halus atau serbuk warna (dye) yang dicampur dengangum arabic sebagai bahan baku, serta gliserin atau madu untuk menambah kekentalan dan daya rekat pigmen warna ke permukaan bidang gambar.
b) Cat Minyak (barbasis minyak)
Cat minyak yaitu terbuat dari partikel-partikel pigmen war na yang disuspensidengan media minyak. Berbeda dengan cat akrilik yang mudah cepat mengering, namun cat minyak membutuhkan waktu untuk pengeringannya.
Cat minyak ini memberi efek cerah serta memberikan tesktur yang sangatbagus, kelemahan cat minyak ini pada baunya yang menyengat. Lukisan cat minyak medianya adalah kanvas. Cat minyak biasanya
dikemas bentuk tube timah dalam bentuk pasta yang dalam pemakaiannya dicampur dengan lijn-olie sebagai pengencer.
c) Cat Akrilik
Cat akrilik terbuat dari plastik berbasis polietilen yang akan mengeras ketika kering. Berbagai macam pigmen kemudian ditambahkan ke dalam emulsi polimer akrilik untuk mendapatkan berbagai warna cat
yang berbeda. Singkatnya, cat akrilik sebenarnya adalah cat plastik yang tersedia dalam bentuk pasta dan dikemas dalam semacam tube. Berbagai aditif umum ditambahkan ke cat akrilik sehingga diperoleh berbagai jenis cat dengan sifat berbeda. Sebagian aditif membuat cat lebih tebal,
tipis, atau kering lebih lambat. Hal ini sangat berguna karena cat akrilik cenderung kering dengan cepat. Setelah kering, cat akrilik sulit dihapus kecuali dengan menggunakan larutan alkohol khusus. Aditif tertentu mengubah cara cat terlihat. Cat akrilik bisa dicampur dengan air hingga maksimum 30% agar tidak mengurangi kualitasnya. Mencampur
dengan air akan membuat tampilan cat akrilik nampak lebih lembut dan transparan. Karena sifatnya yang mengering dengan cepat, pastikan mengaplikasikan cat akrilik secepat mungkin. Setelah kering, cat akan susah dihapus atau dimodifi kasi.
3. Kuas
Kuas merupakan alat yang digunakan untuk menguas/cat ke media lukis. Jenis dan bentuk kuas beragam dari bentuk, ukuran, serta harga yang sangat bervariasi. Pemilihan kuas tergantung dari goresan yang bagaimana yang akan kita inginkan. Jenis kuas yang pipih
dan berujung lurus datar dipakai untuk bahan cat minyak, sedangkan kuas dengan bulu berbentuk bulat dan berujung runcing dipakai untuk bahan cat air.
4. Pisau palet
Terbuat dari aluminium tipis, fungsinya adalah untuk mencampur cat seperti layaknya kuas juga untuk membuat efek-efek goresan pada media lukis. Bentuknya dan ukurannya tersedia berbagai jenis, ada yang runcing, lebar, dan bulat.
5. Palet
Palet adalah media yang digunakan untuk tempat mencampur cat.Ada palet berbagai jenis dan ukuran. Untuk media seperti cat air, palet yang dipakai adalah yang ada lengkungan tempat air, sedangkan bentuk palet cat minyak berbentuk datar, ditambahkan lubang untuk pegangan.
6. Kanvas
Kanvas merupakan bahan media yang umum dipakai sebagai media dalam melukis, kanvas
menggunakan bahan linen atabahan katun
Beberapa teknik yang digunakan dalam melukis antara lain:
1. Lukisan Cat Air (Aquarel)
Bahan yang dipakai dalam teknik ini adalah cat air berbentuk pasta yang dicampur dengan air. Teknik aquarel adalah melukis dengan sapuan warna tipis, sehingga hasilnya transparan,
media untuk bahan cat air adalah kertas.
2. Mozaik
Teknik mozaik adalah teknik menempelkan pecahan atau lempengan kaca yang berwarna-warni pada media lukisan, sehingga membentuk objek tertentu. Bahan yang bisa digunakan untuk teknik ini antara lain pecahan keramik, porselen, potongan kertas, atau bisa
juga batu yang berwarna-warni. Mozaik yang memakai potongan-potongan kayu sebagai bahan lukisannya disebut intersia.
3. Lukisan kaca
Teknik lukisan kaca menggunakan kaca, timah, kuningan, dan tembaga sebagai penyambungnya, sehingga membentuk lukisan. Lukisan kaca pertama kali dikembangkan pada zaman Gothic di Eropa sebagai bagian dari arsitektur. Lukisan kaca
ini mencapai kegemilangan pada zaman Renaisance sebagai hiasan pada pintu dan jendela bangunan- bangunan besar seperti istana dan tempat peribadatan. Di Indonesia,
teknik lukisan kaca pada awalnya berkembang sebagai seni industri rumah tangga di Cirebon, Jawa Barat sebagai warisan dari teknik yang dicontohkan oleh seniman Belanda.
4. Lukisan Batik
Lukisan batik tekniknya hampir sama dengan tata cara membatik, yaitu dengan menutupi permukaan kain dengan lilin atau malam batik.
Kain yang tertutup lilin inilah yang membentuk titik garis bidang atau pun ruang sebelum jadi sebuah gambar, dan hasil akhir dicelup ke larutan
E. Prosedur Berkarya dan Seni Lukis
Ada beberapa langkah yang perlu dilakukan jika kalian melukis.Teori ini berdasarkan pengalaman para pelukis terkenal. Proses atau
langkah dalam melukis adalah sebagai berikut.
- Memunculkan Gagasan
Untuk memunculkan gagasan kreatif, bisa didapatkan dari apa yang
kita lihat di sekeliling kita misalnya dengan:
1. Mengembangkan imajinasi, apa yang kita pikirkan atau daripengalaman orang lain.
2. Melihat objek secara langsung, misalnya pasar, pantai, ataupegunungan.
3. Melihat dari buku, majalah, internet, serta dokumen lain tentanglukisan.
4. Mengunjungi museum atau kegiatan seni lukis di sekitar. Ide dan gagasan di atas kita olah lagi baik dari segi bentuk maupun susunan objeknya menjadi sebuah sketsa yang menarik, sehingga apa yang kita lihat, rasakan, atau yang kita pikirkan dipahami oleh pengamat seni.
- Membuat Sketsa
Sketsa adalah gambar awal yang akan dijadikan atau dibuat lukisan.
Sketsa inilah yang kemudian diselesaikan menjadi sebuah lukisan yang sempurna, sketsa biasanya hanya berupa goresan global tidak mendetail dari sketsa yang kita buat akan tergambar apa yang akan kita ungkapkan.
- Menentukan Media Berkarya (Bahan dan Alat)
Proses ini adalah untuk media yang kita gunakan, misalnya:
1. Menggunakan kertas: karton, manila, padalarang, atau hanya
kertas HVS.
2. Menggunakan tembok, dinding, papan, atau media yang lebar
lainnya.
3. Menggunakan media alternatif, kaca, cangkang telur, atau di
permukaan benda pakai/kerajinan.
4. Menggunakan cat minyak, cat akrilik, cat tembok, krayon, atau
pastel.
5. Dalam berkarya seni media, alat dan bahan juga menentukan proses dan teknik berkarya seni, sehingga hal ini harus direncanakan.
- Menentukan Teknik
Ada beberapa teknik yang dapat digunakan dalam melukis, di antaranya:
1. teknik aquarel (warna transparan);
2. teknik plakat (warna tebal);
3. teknik goresan ekspresif dengan menggunakan jar, kuas, ataupisau palet;
4. teknik tebal dan berteksktur (bertekstur warna);
5. teknik timbul (mozaik).
- Mewarnai dan Menyempurnakan Lukisan
Setelah sketsa selesai, tahap melukis yang sebenarnya kita jalankan, sesuaikan dengan rencana dan teknik yang disiapkan dari awal. - - - Tahap terakhir adalah
menyempurnakan/menyelesaikan lukisan sketsa yang telah dibuat, yaitu:
a) Mewarnai sketsa dengan goresan tipis pada objek pokok (positif) dan latar belakangnya (negatif).
b) Menyempurnakan lukisan dengan kontur, penyinaran, (spot light), penegasan, dan penentuan gelap terang. Namun, tidak semua langkah jadi acuan, karena proses melukis
dengan menggunakan bahan yang satu dengan yang lainnya tidak sama, demikian pula dengan teknik yang digunakan.Membuat karya seni merupakan wujud ekspresi dari suatu ide atau
gagasan. Ide adalah hasil pemikiran yang berawal dari suatu inspirasi atau imajinasi. Gambaran yang tertangkap melalui ruang imajinasi seseorang dapat diwujudkan dalam bentuk karya seni. Kamu dapat menggali ide untuk berkarya seni sendiri dengan membuat lukisan menggunakan media kanvas dan cat minyak.
Komentar
Posting Komentar